Dampak Ekonomi Dari Kemacetan….BI 2 softskill 2011

Adakah hubungan antara keduanya????

Kemacetan vs Perekonomian ???

Tentu saja ada, terlihat bahwa ada korelasi positif antara kemacetan arus lalu lintas dan ekonomi masyarakat. Kok bisa?

Sebabnya adalah masyarakat dibebankan pada pengeluaran tambahan akibat dar kemacetan, yaitu belanja onderdil meningkat, pembelian bahan bakar minyak (BBM) juga meningkat serta timbulnya penyakit fisik dan psikis akibat polusi udara.

Faktor penyebab kemacetan arus lalu lintas itu sangat kompleks dan beragam, mulai dari angka pertumbuhan penduduk ditambah transaksi jual beli kendaraan bermotor yang meningkat dari hari ke hari, urbanisasi, dll.

Padahal Pemprov DKI Jakarta telah mensosialisasikan bagaimana cara mengatasi kemacetan yaitu dengan pengaturan nomor polisi ganjil genap, three in one, dan penetapan tarif parkir dengan harga tinggi. Namun, yang jadi pertanyaannya sampai kapan tindakan itu bisa bertahan? Sementara itu, kondisi yang ada sekarang jauh dari yang diharapkan

Makin banyak saja kendaraan sehingga makin parah juga kemacetannya. Dari dulu, kemacetan masih menjadi wajah keseharian ibukota. Pada tahun 2014 diprediksikan Kota Jakarta akan mengalami kemacetan total karena laju pertumbuhan jumlah kendaraan melampaui laju penambahan jalan. Jelas kita akan mengalami banyak kerugian,, Bukan hanya rugi waktu namun akibat kepadatan lalu lintas juga mengakibatkan kerugian materil yang ditaksir mencapai triliunan rupiah. Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan menyebutkan kerugian ekonomi akibat kemacetan lalu lintas di Jakarta ditaksir Rp 12,8 triliun per tahun yang meliputi nilai waktu, biaya bahan bakar dan ongkos kesehatan. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam mengatasi masalah kota ini. Diantaranya dengan melakukan pembangunan jalan susun seperti fly over (FO) maupun membangun jaringan transportasi massal. Untuk pembangunan FO, tahun ini Pemprov DKI mengalokasikan dana sebesar Rp596, 6 milyar dalam APBD 2010. Bukan hanya FO, dana ratusan milyar itu juga digunakan untuk mebnagun jembatan di beberapa lokasi yang memiliki kepadatan lalu lintas cukup tinggi.Gubernur DKI, Fauzi Bowo, menyatakan bahwa masalah kemacetan telah masuk ke dalam program prioritas (dedicated program).

Jika kita memakai kendaraan sendiri terkena macet apakah ada alternative lain???

Jelas saja ada…

Yaitu

Naik angkutan umum saja,,,,,

Tapi apa ia bisa terbebas dari yang namanya macet???

Solusi lainnya, kereta menjadi modal yang paling efisien karena minim polusi dan mampu mengangkut banyak penumpang.

Tetapi, Negara telah banyak merugi akibat dari kemacetan sekarang ini. Tidak hanya Negara tetapi masyarakat luas juga.

Negara telah mengeluarkan banyak dan untuk mensolusikan kemcetan tapi usaha tersebut belum rampung juga.

Masyarakat juga akan mengeluarkan banyak uang tentunaya,,,, jelas onkos naik angkutan umum lebih besar dibandingkan dengan naik kendaraan sendiri.

Namun itu semua merupakan konsekuensi tinggal kita saja ingin memilih alternative yang mana.

 

 

 


%d bloggers like this: