ETIKA BISNIS TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP PERUSAHAAN

Ketika menyadari bahwa dampak negatif kegiatan bisnis bagi kelangsungan hidup umat manusia, maka usaha-usaha untuk mempertemukan pandangan etika dan pandangan bisnis dari waktu-kewaktu selalu dikampanyekan agar didapat suatu model yang paling ideal, yaitu etika bisnis merupakan etika terapan yang dapat dipakai sebagai pedoman mengenai apa yang dianggap baik dan benar bagi pelaku bisnis.

Bagaimana perilaku etis dapat berperan dalam menciptakan keberlangsungan usaha? Sebagian besar perusahaan berusaha menciptakan adanya repetitive purchase (pembelian berulang) yang dilakukan konsumen.  Hal ini hanya dapat terjadi jika konsumen merasakan kepuasan dalam mengkonsumsi produk tersebut. Perilaku tidak etis yang dilakukan oleh perusahaan dapat mencederai kepuasaan ini.

Dalam kaitannya dengan dalam relasi bisnis, setiap perusahaan ingin bekerja sama dengan perusahaan yang dapat dipercaya.  Kepercayaan ini ada di dalam reputasi perusahaan yang tidak diciptakan dalam sekejap.  Perilaku etis merupakan salah satu komponen utama dalam membangun reputasi perusahaan

Di dalam tingkat kompetisi yang sangat tinggi, perusahaan yang dapat bertahan adalah perusahaan yang inovatif, proaktif, dan berani dalam mengambil risiko. Hal ini hanya dapat terjadi jika perusahaan itu memiliki budaya kerja yang suportif.  Salah satu syaratnya adalah adanya etika perusahaan.

“Etika merupakan bagian dari filsafat. Sebagai ilmu, etika mencari keterangan (benar) yang sedalam-dalamnya. Sebagai tugas tertentu bagi etika, ia mencari ukuran baik-buruk bagi tingkah laku manusia . . .memang apa yang tertemukan oleh etika mungkin menjadi pedoman seseorang, tetapi tujuan etika bukanlah untuk memberi pedoman, melainkan untuk tahu.”(Prof. Ir. Poedjawiyatna, Etika, Filsafat Tingkah Laku)

“Etika bukan suatu sumber tambahan bagi ajaran moral melainkan merupakan filsafat atau pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan padangan-pandangan moral (Franz Magnis Suseno)

“Etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujud dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok.” (A. Sonny Keraf)

“Etika adalah ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Etika disebut pula akhlak dan disebut pula moral.” (Drs.Sudarsono)

Tolok ukur dalam etika bisnis adalah standar moral.  Seorang pengusaha yang beretika selalu mempertimbangkan standar moral dalam mengambil keputusan

Perusahaan yang dapat bertahan dan dapt memperkecil resiko gulung tikar itu adalah perusahaan yang selalu memiliki etika dalam berbisnis. Entah itu dengan relasi bisnis antar perusahaan, dengan investor maupun dengan sesama orang yang ada di dalam perusahaan itu senadiri. Contohnya saja seperti atasan dengan bawahan tentunya guna mendapatkan hasil kerjasama yang baik, antara atasan dan bawahan harus mengerti etika dalam berbisnis juga etika pribadi antara keduanya.

Tidak ada perbedaan yang tegas antara etika bisnis dengan etika pribadi. Kita dapat merumuskan etika bisnis berdasarkan moralitas dan nilai-nilai yang kita yakini sebagai kebenaran.

Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang selalu terbuka akan semua yang ada di dalam nya kepada konsumennya. Bukan jamannya lagi bagi perusahaan untuk mengelabuhi pihak lain dan menyembunyikan cacat produk. Jaman sekarang adalah era kejujuran. Perusahaan harus jujur mengakui keterbatasan yang dimiliki oleh produknya.

Perusahaan yang baik adalah  perusahaan yang beretika dibangun di atas realitas sekarang, visi atas masa depan dan perannya di dalam lingkungan. Etika bisnis tidak hidup di dalam ruang hampa. Semakin jelas rencana sebuah perusahaan tentang pertumbuhan, stabilitas, keuntungan dan pelayanan, maka semakin kuat komitmen perusahaan tersebut terhadap praktik bisnis.

Perusahaan yang beretika harus merumuskan standar nilai secara tertulis. Rumusan ini bersifat spesifik, tetapi berlaku secara umum. Etika menyangkut norma, nilai dan harapan yang ideal. Meski begitu, perumusannya harus jelas dan dapat dilaksanakan dalam pekerjaan sehari-hari.

Kesimpulannya perusahaan dapat melangsungkan hidupnya dalam arti dapat terus eksistensi diterima oleh masyarakat ataupun konsumennya jika perusahaan tersebut mengerti, memahami , mempelajari dan menerapkan etika dalam berbisnisnya. Etika bisnis dapat menjadi salah satu tolak ukur seorang pengusaha atau suatu perusahaan dalam pengambilan keputusan.

referensi :

http://en.wikipedia.org

http://www.republika.co.id

http://www.kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: